Jambi, 2025 – Fakultas Hukum Universitas Batanghari (UNBARI) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah strategis dalam merancang perubahan kurikulum Program Studi S1 Ilmu Hukum dan S2 Magister Ilmu Hukum. Agenda ini menjadi momentum penting untuk memperkuat mutu pendidikan hukum di UNBARI agar selaras dengan dinamika ilmu pengetahuan, kebutuhan pasar kerja, serta regulasi pendidikan tinggi terkini.

Dr. Osrita Hapsara, S.E., M.M.

Dr. M. Muslih, S.H., M.Hum.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UNBARI, Dr. Osrita Hapsara, S.E, M.M., menekankan perlunya kurikulum yang fleksibel, adaptif, dan relevan dengan tuntutan zaman. Hal senada disampaikan Dekan Fakultas Hukum, Dr. M. Muslih, S.H., M.Hum., yang menegaskan bahwa pembaruan kurikulum merupakan upaya menjaga kualitas akademik sekaligus menyiapkan lulusan yang siap bersaing secara global. Sementara itu, Sekretaris Prodi Magister Ilmu Hukum, Dr. Supeno, S.H., M.H., menuturkan bahwa kurikulum baru untuk jenjang magister akan lebih menitikberatkan pada riset, analisis hukum kritis, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan hukum di Indonesia.
Stakeholder yang hadir diantaranya perwakilan dari Kanwil Kemenkum Jambi, Polda Jambi, Pemda Kota Jambi, Kementerian Agama Kota Jambi, Pengurus Kongres Indonesia (KAI) Jambi, Lembaga Perlindungan Konsumen Jambi, Alumni, mahasiswa, dan pejabat Struktural Fakultas Hukum. Dengan langkah ini, FH UNBARI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan hukum serta melahirkan lulusan yang profesional, berintegritas, dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
Perubahan kurikulum merupakan implementasi amanah Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 Tentang Penjaminan Mutu dan merupakan babak baru pelaksanaan Kurikulum Berdampak yaitu Outcome Based Education (OBE) yag lebih menekankan pada lulusan yang kompeten, pembelajaran aktif dam fleksibel, mendorong inovasi dan menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di kancah global.

